Rahasia Menakjubkan Dibalik Sarang Rayap

Rayap merupakan salah satu spesies hewan yang mampu membuat sarang berupa gundukan tanah yang menakjubkan. Tinggi gundukan sarang rayap bahkan bisa melebihi tinggi rumah manusia. Biasanya gundukan semacam ini bisa ditemukan di Negara bagian Afrika dan Amerika Serikat yang memiliki struktur lading tandus. Di Indonesia sarang semacam ini hanya dapat kita jumpai di sabana Papua lantaran kondisi alamnya yang tandus. Bangunan rayap yang kokoh berfungsi sebagai rumah sekaligus benteng untuk koloni untuk rayap mencari makan serta kawin. Selain itu benteng rayap yang berpori kecil dan banyak mampu menyerap air hingga ke dalam tanah dan menyimpannya untuk menjaga kondisi di alam sekitarnya terlebih saat kekeringan melanda. Untuk layanan jasa anti rayap Jakarta, anda bisa mendapatkan nya kapan saja hanya pada Fumida.

Pohon atau ekosistem lain yang hidup disekitar gundukan rayap terbukti mampu bertahan hidup lebih lama saat musim kemarau. Mereka ibarat oasis di mana benteng ini mampu menjadi pertahanan utama untuk menghadapi perubahan iklim serta menangguangi tanah menjadi tandus akibat air yang disimpan di dalamnya. Rayap bekerja sepanjang hari selama hidupnya. Mereka mengumpulkan partikel batu, pasir dan sisa sampah organik yang sangat berpengaruh baik untuk kesuburan tanah disekitarnya. Selain itu sarang rayap juga mampu mengembangbiakan sejenis jamur yang mereka konsumsi sendiri. Setelah dikonsumsi bakteri dalam tubuh rayap tersebut mampu merubah menjadi nitrogen yang kemudian dapat diubah menjadi semacam pupuk untuk kesuburan tanah.

Jika Anda menemukan gundukan sarang rayap yang tingginya hampir mencapai lima meter maka sudah dapat dipastikan bahwa struktur tanah di kawasan tersebut terjaga dengan baik dan cocok untuk lahan berkebun. Selain itu, gundukan tanah yang dihasilkan oleh rayap juga terbukti dapat mencegah erosi dengan memperkuat struktur tanah di sekitar tempat ia membuat sarang.

Rayap dianggap sebagai spesies yang merugikan bagi manusia. Keberadaannya sering membuat jengkel sehingga mereka dimusnahkan, mereka dianggap hama tidak memiliki manfaat selain sebagai persuak. Padalah sejatinya dari sekitar 3000 spesies rayap yang ada di dunia ini hanya ada sebagian kecil yang memang tergolong sebagai hama sedangkan spesies selebihnya berperan sebagai pelindung ekosistem alam di sekitar kita.

News Reporter